AGRIBISNIS

Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.

Istilah “agribisnis” diserap dari bahasa Inggris: agribusiness, yang merupakan portmanteau dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal pula varian anglisismenya, agrobisnis.

Stategi Budidaya Pepaya

Bulan Maret adalah saat yang tepat untuk menyemai pepaya. Dengan menyemai pepaya pada bulan Maret, semai sudah cukup besar untuk ditanam di lapangan pada bulan Mei. Saat itu hujan sudah mulai jarang turun, hingga tanaman pepaya aman dari serangan bakteri pseudomonas. Populasi bakteri pada musim penghujan cukup melimpah di lahan. Tanaman pepaya yang masih muda sangat peka terhadap serangan pseudomonas. Bakteri ini berkembangbiak, dan menyebar di permukaan, serta dalam tanah. Bagian tanaman yang diserang terutama akar, yang segera menyebar ke pangkal batang. Akar yang terserang pseudomonas, akan membusuk.

Gejala serangan pseudomonas tampak dari daun tanaman yang menguning, dan layu. Dalam waktu sangat singkat, tanaman muda itu akan mati, karena sebagian besar atau seluruh akar tanaman serta pangkal batang membusuk. Serangan pseudomonas, memang bisa diatasi dengan bakterisida, namun biaya budidaya akan meningkat, selain juga belum tentu efektiv. Hingga paling aman memang mulai menanam pepaya di lapangan pada bulan Mei. Benih yang ditanam pun sudah berukuran cukup besar, setinggi sekitar 50 sd. 70 cm. Tanaman seukuran ini memang masih peka terhadap pseudomonas, tetapi bulan Mei, populasi bakteri sudah mulai menurun.

Resiko penanaman pepaya pada awal kemarau adalah, memerlukan pengairan. Baik dengan cara penggenangan, penyiraman secara manual, maupun dengan irigasi tetes (drip irigation). Dalam irigasi tetes, masing-masing individu tanaman, akan menerima jatah air, dan juga nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Di Taiwan, harga pepaya sangat tinggi, hingga pengairan dengan irigasi tetes yang berbiaya tinggi itu masih dimungkinkan. Bahkan disana, kebun pepaya dinaungi dan dipagari net putih, agar hama tanaman tidak bisa masuk. Sebab pasar Hongkong, Jepang, dan Taiwan sendiri, mensyaratkan pepaya tanpa pestisida.

Jenis pepaya yang paling dikehendaki pasar adalah varietas bangkok. Bentuk buahnya agak bulat, dengan bagian pangkal mengecil, tengahnya besar, dan ujungnya runcing. Warna kulit buah hijau gelap. Ketika masak akan ada semburat merah pada bagian buah yang menonjol. Daging buah berwarna kemerahan, bertekstur keras, dan rasanya sangat manis. Benih pepaya bangkok berupa biji, baik lokal maupun impor, bisa dibeli di toko, dan kios pertanian. Ada dua macam kemasan benih, yakni sase dan kaleng. Benih sase lebih murah, tetapi daya kecambahnya tidak sebaik benih dalam kaleng. Para petani sering pula membuat benih sendiri, dari buah hasil budidaya mereka.

Caranya, mereka memilih buah yang bentuknya sempurna, kemudian hanya mengambil biji yang berada di bagian tengah buah. Biji dari bagian pangkal dan ujung dibuang. Biji ini diremas-remas, hingga bagian lunaknya terbuang, dicuci bersih, kemudian dikeringkan, dengan dihamparkan pada alas kertas koran, di tempat teduh. Menggunakan benih produksi sendiri lebih menghemat biaya, namun resikonya juga cukup besar. Sebab hasilnya bisa menyimpang menjadi pepaya biasa, atau malahan pepaya gantung. Sebab di lahan pertanian, bisa saja terjadi penyerbukan silang dengan tanaman pepaya liar.

Untuk memperoleh kualitas semai terbaik, benih harus disemai dalam polybag ukuran kecil, dengan media bahan organik (kompos, pupuk kandang, humus). Media tanam terlebih dulu dicampur pestisida granula, tepung, atau cair, agar benih bakteri pseudomonas mati. Polybag yang sudah terisi media, ditaruh di atas rak bambu, atau bahan lain, yang diberi naungan plastik UV, atau bisa pula plastik benih biasa. Rak akan mencegah biji atau semai yang telah tumbuh diserang semut, rayap, cacing, atau terciprat air hujan yang membawa bakteri pseudomonas. Sebenarnya rayap dan cacing tidak mengganggu biji atau semaian, melainkan memakan media tanam.

Naungan akan mencegah guyuran hujan, sebab semai yang baru tumbuh, peka sekali terhadap guyuran hujan. Biji yang akan disemai, terlebih dahulu dimasukkan ke dalam air hangat, yang sudah diisi zat perangsang tumbuh (ZPT). Biji yang mengapung langsung dibuang. Biji yang tenggelam, dibiarkan terendam air campur ZPT sampai mengembang. Ke dalam polybag yang sudah diisi media ini, ditaruh dua butir biji pepaya, yang sudah direndam. Maksudnya, kalau salah satu biji gagal tumbuh, masih ada satu biji lagi yang akan mengisi polybag tersebut. Kalau dua-duanya gagal, bisa diiisi dengan semai dari polybag yang dua bijinya berhasil tumbuh semua.

Sambil menunggu semaian tumbuh setinggi 50 sd. 70 cm, lubang tanam perlu dipersiapkan. Ukurannya cukup 50 X 50 X 50 cm. Lubang itu kita biarkan terkena panas matahari, agar benih pseudomonas yang masih berada di dalam tanah segera mati. Ke dalam lubang itu, kemudian diisi pupuk organik. Bisa pupuk kandang, kompos, atau litter ayam broiller, yang terdiri dari sekam campur kotoran ayam. Banyak pula petani yang memanfaatkan sampah rumah tangga, atau sampah pasar, yang telah dibakar. Pupuk bakaran sampah, selain relatif murah, juga kaya nutrisi, serta cukup baik untuk menggemburkan tanah,.

Selain menunggu sampai tinggi tanaman sudah sekitar 50 sd. 70 cm, penanaman juga baru bisa dilakukan setelah akar tanaman penuh. Sebab ketika akar tanaman masih belum memadati media, akar gumpalan media tanam itu akan hancur ketika polybag diambil. Polybag diambil dengan cara disobek, dan harus diusahakan agar akar tanaman tidak sampai banyak yang putus. Gumpalan media tanam dengan akar itu ditaruh di dalam lubang yang sudah diisi pupuk, kemudian ditimbun. Petani biasanya akan menaruh naungan sementara, berupa potongan pelepah dan daun kelapa, untuk mencegah agar tanaman muda ini tidak stres terkena sinar matahari langsung.

Pertumbuhan tanaman pepaya selama musim kemarau, justru lebih pesat dibanding ketika musim penghujan. Sebab intensitas sinar matahari sangat tinggi, dan berlangsung sehari penuh karena langit lebih banyak cerah. Karena sinar matahari sangat terik, kebutuhan air mutlak harus terpenuhi. Pada bulan September atau Oktober, biasanya sudah turun hujan. Kecuali kawasan NTT, yang hujannya baru akan datang pada bulan November atau Desember. Ketika itulah tanaman pepaya sudah tumbuh setinggi 1,5 sampai 2 m, dan langsung akan berbuah. Populasi pseudomonas memang akan melimpah, tetapi ketika itu tanaman sudah cukup kuat.

SUMBER KLIPPING: Foragri

MANFAATKAN MANGGA MUDA UNTUK USAHA
Ketika harga mangga sedang jatuh, para petani mangga di Thailand sengaja memetik sebagian besar mangga mereka ketika masih muda. Mangga muda itu direndam larutan garam dan asam cuka, dalam drum-drum plastik. Dengan cara itu, harga mangga akan kembali membaik, dan petani tidak rugi.

Mangga muda yang direndam larutan garam dan cuka itu, akan menjadi pickle (acar) mangga. Harga pickle mangga selalu baik, karena bisa dijual kapan saja sesuai dengan permintaan konsumen. Beda dengan mangga tua (mangga segar), yang jangka waktu pemasarannya sangat terbatas. Selain karena harga sedang jatuh, pemetikan mangga muda, juga dilakukan petani Thailand untuk penjarangan. Maksudnya agar hasil mangga panen bisa seragam. Baik bentuk, ukuran, maupun tingkat ketuaannya. Hingga sortasi sudah dilakukan ketika mangga masih pentil.

Thailand punya delapan kultivar andalan, yakni: Nam Doc Mai, Okrong, Choke Anand, Keow Savoey, Kao Keaw, Pimsenmum, Ngar Charn, Rad. Dari delapan kultivar itu, empat di antaranya paling populer, yakni: Nam Doc Mai, Okrong, Choke Anand, dan Keow Savoey. Empat kultivar mangga Thailand ini sudah lama diintroduksi ke Indonesia, dan mangga Okrong, termasuk yang paling populer. Sebutannya menjadi Okyong. Di sentra pembenihan mangga di Kab. Nganjuk, Jatim, Okrong disebut bahkah “Keong”. Sebutan ini sekarang sudah sangat memasyarakat.

Dari empat kultivar mangga Thailand, Keow Savoey, paling jarang dibuat pickle, sebab prmintaan selalu lebih besar dari pasokan. Mangga kultivar ini dikonsumsi mentah (segar), ketika kulitnya masih hijau, dan daging buahnya keras. Sama seperti mangga lalijiwo di Indonesia. Bedanya, dengan lalijiwo yang kecil, dengan biji cukup besar. Keow Savoey berukuran besar, panjang sampai 25 cm, dan buji kecil serta tipis. Daging buah Keow Savoey berwarna putih, bertekstur renyah, manis, dan harum. Sepintas mirip dengan daging buah jambu biji “bangkok”.

Tradisi membuat pickle mangga sebenarnya berasal dari India. Bedanya, pickle mangga di India hanya terbuat dari mangga varietas tertentu. Pembuatan pickle mangga memang disengaja, sebagai bagian dari menu tradisional khas India. Mangga segar (mentah), dipotong-potong, dicuci, ditiriskan, kemudian dicampur dengan mustard, bubuk cabai, garam, minyak wijen, dan biji kacang fenugreek (Trigonella foenum-graecum). Di India, pickle mangga biasa dibuat oleh ruah tangga, untuk mereka konsumsi sendiri. Seperti di negeri kita orang memasak sayuran.

Pickle, adalah awetan sayuran, buah-buahan, atau bahan lain, yang dikenal di semua benua. Jenis sayuran yang biasa dibuat pickle antara lain kol, sawi pahit, lobak, bit, cabai rawit, bawang merah/putih, jahe muda, dan ketimun. Buah-buahan antara lain jeruk (berikut kulitnya), apel, plum, dan mangga. Di negeri kita, pickle dikenal debagai acar. Bahan acar di Indonesia antara lain ketimun, wortel, bawang merah, dan cabai rawit utuh. Acar digunakan untuk “lalap” makan menu utama, terutama yang berlauk daging/ikan goreng atau bakar. Acar juga disajikan sebagai pelengkap nasi goreng.

Acar hanyalah salah satu dari bentuk pickle. Masyarakat Indonesia, terutama etnis China, juga mengenal asinan sawi pahit. Ini juga salah satu bentuk pickle. Di banyak negara, yang dibuat asinan, bukan hanya sawi pahit, melainkan juga sawi putih, dan kol. Kol menjadi bahan pickle yang menarik, karena fluktuasi harganya juga cukup tinggi. Di sentra sayuran di Brastagi (Sumut), Cipanas, Lembang, dan beberapa kawasan lainnya, kol bisa tidak dipanen, dan hanya dicacah untuk dijadikan pupuk. Padahal, dengan metode sangat sederhana, dengan modal kecil, kol murah ini bisa dibuat pickle.

Mangga muda (mentah) yang dibuat pickle utuh di Thailand, tampak dipasarkan di toko, maupun kaki lima, ketika sedang tidak musim mangga. Pickle mangga ini akan dipotong-potong biasa, lalu digunakan untuk menyantap daging atau ikan bakar. Kadang-kadang mangga utuh ini dibuat menjadi putongan kecil-kecil seperti bihun, kemudian digunakan untuk berbagai resep masakan. Yang jelas, pickle mangga utuh itu bisa menolong petani, hingga tidak menderita kerugian karena harga jatuh. Konsumen juga diuntungkan, karena bisa membeli pickle mangga dengan harga tetap terjangkau.

Bulan September dan Oktober, di Indonesia, khususnya di Jawa, sedang musim mangga. Ada dua permasalahan yang dihadapi oleh komoditas mangga di Indonesia. Pertama, banyak varietas mangga yang nilainya komersialnya sangat rendah, atau sama sekali tidak ada, terutama karena rasanya yang sangat masam. Mangga jenis ini, sebaiknya dipetik muda, dan digarami, tanpa perlu diberi asam sitrat atau cuka. Selama ini mangga masam seperti ini juga lalu dijual, dalam bentuk kupasan, ujungnya diiris, dan dicelup pewarna kuning serta pemanis buatan.

Permasalahan kedua, mangga-mangga komersial seperti harummanis pun, juga mengalami fluktuasi harga yang cukup tinggi. Mangga harummanis yang dipanen bulan-bulan Desember sd. Januari, harganya akan jatuh. Sebab bulan-bulan itu sudah banyak durian, rambutan, nangka, dan manggis. Di Thailand, mangga yang pada bulan-bulan panen raya masih pentil, akan dipanen mentah, dan dibuat pickle dalam keadaan utuh. Cara ini lebih baik, dibandingkan dengan dipanen ketika harganya akan jatuh. Hal seperti ini, masih belum diketahui oleh para petani kita.

Yang juga menjadi permasalahan, masyarakat kita baru terbiasa menyantap pickle sebatas dalam bentuk acar. Pickle kol, terlebih mangga, masih terasa sangat aneh. Sebanarnya hal ini tidak menjadi soal, sebab pasar pickle mangga internasional juga cukup baik. Jepang, Korea, dan terlebih RRC, adaah penyerap pickle mangga cukup besar. Sebagaian besar pickle mangga yang dihasilkan petani Thailand, bukan untuk dikonsumsi sendiri, melainkan diekspor. Sebab mangga segar mereka pun, sebagian besar juga sudah mereka ekspor ke Singapura, Jepang dan Korea.

SUMBER KLIPPING: Foragri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s